Rudini Sirat

Saha Maneh Saha

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Nomor kontak saya 085721653609. info lengkapnya di http://www.facebook.com/rud.tankian/info

Minggu, 22 April 2012

Widjajono Tentang Kendaraan Umum

Widjajono Partowidagdo.
Dimuat di HU Tribun Jabar (26/04/2012).

“Transportasi umum mobil ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya supaya masyarakat mau pindah dari menggunakan kendaraan pribadi pada hari-hari kerja ke transportasi umum dan hanya menggunakan pada akhir pekan. Ketergantungan yang berlebihan terhadap energi dan luar negeri adalah ketidakmandirian.” Dua pernyataan tersebut keluar dari mulut Almarhum Widjajono Partowidagdo, seorang Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus guru besar perminyakan ITB. Beliau meninggal hari Selasa 21 April 2012 saat melakukan pendakian gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat. Tepat dengan peringatan Hari Kartini.

Kapasitasnya sebagai Wamen ESDM kala itu tentunya agak kesulitan menerapkan pemikiran tersebut. Seandainya beliau berada pada posisi yang tepat semasa hidupnya, mungkin cukup mudah menerapkan kebijakan penggunaan transportasi umum. Saya sebagai masyarakat biasa sangat setuju dengan pemikiran beliau terkait penggunaan transportasi umum demi penghematan BBM. Indonesia bagi beliau merupakan negeri yang sangat boros menggunakan BBM.

Widjajono mengatakan, orang tidak berpikir menghemat energi atau BBM lagi, tapi menghemat uang. Hal itulah yang menjadi faktor masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum. Banyak alasan yang menyebabkan masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi dibanding kendaraan umum.

Tiga dari banyak alasan tesebut yang ingin saya bicarakan, adalah pertama ongkos untuk kendaraan umum lebih boros dibanding kendaraan pribadi. Untuk membalikan kondisi tersebut, maka Widjajono menyatakan, BBM bersubsidi hanya boleh dikonsumsi oleh kendaraan umum dan sepeda motor saja. Kedua kendaraan pribadi dirasa lebih nyaman. Ini juga menjadi perhatian Widjajono, yakni dengan meningkatkan kualitas kendaraan umum. Ketiga, untuk memiliki kendaraan pribadi semacam mobil atau motor saat ini cukup mudah dengan penyediaan kredit atau pembelian secara berangsur. Harganya juga semakin terjangkau oleh masyarakat umum. Untuk mengatasinya, maka pemerintah harus mengetatkan peraturan impor kendaraan pribadi.

Widjajono adalah sosok yang memiliki ilmu perminyakan yang begitu luas. Pemikiran yang beliau kemukakan terkait dengan masyarakat. Saat isu kenaikan BBM lah almarhum banyak mengemukakan ide-idenya demi mengurangi konsumsi BBM, terutama BBM bersubsidi. Apalagi harga BBM non subsisi semakin mahal harganya akibat kenaikan minyak dunia, sehingga masyarakat banyak yang beralih dari BBM non subsidi ke BBM bersubsidi.

Persoalan kenaikan harga BBM banyak menuai protes dan polemik. Kenaikan tersebut dilakukan demi mengurangi beban subsidi supaya anggaran subsidi bisa dialihkan ke sarana umum dan insfrastruktur. Resep yang dikemukakan oleh Widjajono dalam mengurangi anggaran subsidi BBM, yaitu mengurangi konsumsi BBM bersubsidi dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas kendaraan umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Lebih tegas sebenarnya adalah melarang penggunaan kendaraan pribadi dan wajib menggunakan kendaraan umum. Sama seperti yang dikemukakan beliau, kendaraan pribadi hanya dapat digunakan saat akhir pekan saja.

Pengalihan tersebut bukan hanya akan berefek pada pengurangan konsumsi BBM saja, tapi dapat mengurangi tingkat kemacetan yang sampai saat ini belum ada yang dapat mengatasiya. Mudah-mudahan ide-ide yang beliau tinggalkan menjadi amanah yang bisa diterapkan oleh pejabat yang berwenang. Saya adalah orang yang tidak mengenal Widjajono hanya ingin mengatakan, Selamat jalan Pakar Perminyakan yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.

5 komentar:

  1. doa untuk ketenangan dan kedamaian beliau...amien

    BalasHapus
  2. Selamat jalan, semoga mendapat tempat terindah disisiNYA

    BalasHapus
  3. Selamat Jalan Pak Wid.. keras dan emosional tapi memang harus begitu untuk menhadapi cecunguk2 macam kwik kian gie or fuad bawasier yg banyak omong... saya salut dengan beliau dengan perubahan dan main set bpikirnya sayang beliau sudah di panggil Allah SWT, saya sangat2 merasa kehilangan...

    BalasHapus
  4. Kalau lihat debat di tvone, saya setuju dengan pemikiran beliau daripada KKG dan FB yang merasa paling mengerti urusan minyak di negara ini dan menganggap orang lain tidak mengerti. Sepertinya memang harus dimulai dari kita sebagai warga negara ini untuk mulai berhemat BBM. Selamat jalan Pak Wid... doa saya untuk anda.

    BalasHapus
  5. Tulisan ini bisa dilihat juga di HU. Tribun Jabar, Kamis 26 April 2012 di rubrik forum.

    Mantap pisan tulisannya, Kang.

    BalasHapus