Rudini Sirat

Saha Maneh Saha

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Nomor kontak saya 085721653609. info lengkapnya di http://www.facebook.com/rud.tankian/info

Jumat, 30 Maret 2012

Tiada Penjurusan di Manajemen UPI


Judul tulisan ini nampak sangat tidak menarik, tapi setidaknya agak sesuai dengan substansi pembicaraan. Tulisan ini sekadar pandangan dan sedikit solusi terkait kurikulum yang digunakan oleh Program Studi (Prodi) Manajemen UPI. Terus terang, saya tidak pernah belajar kurikulum karena tidak pernah diajarkan teori semacam itu. Saya dididik bukan untuk menjadi pengajar dan ahli kurikulum. Tapi boleh dong sebagai mahasiswa yang pernah bergiat di dunia pers mahasiswa (persma) memberikan pandangan dan sedikit kritik terkait kurikulum. Bukankah insan persma itu harus sedikit tahu tentang semuanya meski bukan pakar? Yang saya mengerti kurikulum di perguruan tinggi itu adalah seperangkat mata kuliah pada bidang keahlian khusus.

Sebenarnya saya ingin sekali berdiskusi dengan ketua prodi dan dosen Manajemen UPI, tapi saya termasuk orang yang enggan berdiskusi dengan dosen sendiri. Belum tentu juga mereka mau berdiskusi dengan mahasiswa semacam saya. Orang saya sering kali dipandang sebelah mata. Pengecualian dengan beberapa dosen saja yang saya anggap teman diskusi. Saya lebih senang berdiskusi dengan dosen di luar dosen saya karena bisa bebas berkicau. Kembali kepada persoalan inti, bahwa Prodi Manajemen UPI tidak fokus, sangat general, bahkan usang. Tidak perlu membanding-bandingkan dengan Manajemen di perguruan tinggi lain. Lihat saja kepentingan dari keberadaan Manajemen di UPI. Tak terdapat penjurusan sama sekali dalam penyusunan kurikulumnya. Manajemen sebagai bagian dari ilmu ekonomi amat luas.

Untuk kebutuhan era sekarang pada bidang Manajemen sudah terbagi-bagi. Makanya muncul Prodi Manajemen Komunikasi, Manajemen Industri Catering, Manajemen Pemasaran Pariwisata, Manajemen Bisnis, Manajemen Perkantoran, Manajemen Resort dan Leisure, dan entah manajemen apa lagi yang akan muncul. Kemunculan bidang tersebut tentu disesuaikan dengan kebutuhan era sekarang. Tidak main-main meski ada yang mengatakan terlalu mengada-ngada. Prodi-prodi yang ada embel-embel manajemennya itu terdapat mata kuliah ilmu manajemen sesuai dengan kebutuhannya.

Adapun Prodi Manajemen UPI sepertinya terlalu serakah dan haus ilmu. Semuanya dilahap. Oh maaf, tak semua dilahap karena ada mata kuliah tertentu yang penting justru tak dimasukan ke dalam kurikulumnya. Salahkan? Tentu tidak salah jika mahasiswanya dididik untuk menjadi Ilmuwan Manajemen. Beda lagi jika mahasiswanya dipersiapkan untuk menguasai salah satu bagian dari manajemen sesuai kebutuhan lapangan.

Di dalam Prodi Manajemen UPI ini terbagi ke dalam 5 bidang, yaitu Manajemen Pemasaran, Manajemen SDM/Personalia, Manajemen Operasional/Produksi, Manajemen Keuangan, dan Strategi Manajemen. Pembagian tersebut berdasarkan kebutuhan lapangan. Makanya kalau kita melihat struktur perusahaan, ada Direktur/Manajer masing-masing bidang tersebut kecuali Strategi Manajemen. Saya masukan bidang tersebut karena di Prodi saya menjadi salah satu pilihan skripsinya.

Nah, inilah yang menjadi persoalannya. Mahasiswanya hanya difokuskan untuk mengambil bagian bidang Manajemen tersebut pada saat akan mengambil skripsi setelah menempuh jumlah mata kuliah yang sudah ditentukan. Mata kuliah yang harus diambil disamakan pada semua bidang kekhususan. Bagi yang mau mengambil skripsi Manajemen Pemasaran, mata kuliahnya sama dengan Manajemen yang lain.

Saya ambil contoh pada bidang Manajemen Pemasaran. Di dalamnya tidak terdapat mata kuliah Perilaku Konsumen, Riset Pemasaran, Adevertising/Periklanan, Komunikasi Bisnis/Pemasaran dan lainnya yang berkaitan. Bagi saya mata kuliah ini sangat penting bagi mahasiswa yang ingin konsen terhadap Manajemen Pemasaran. Sedangkan mata kuliah yang tidak penting bagi mahasiswa yang konsen terhadap Manajemen Pemasaran malah dipaksa untuk mempelajarinya.

Seperti yang saya katakan tadi, Manajemen di UPI memang tidak fokus. Seharusnya dari semester tiga atau lima sudah ada penjurusan atau konsentrasi bidang supaya ilmu yang dipelajarinya terarah. Bukan pada saat akan penyusunan skripsi. Pada semester tiga atau lima ini Ketua Prodi sudah harus membagi-bagi kelas sesuai dengan penjurusannya. Kelasnya bisa dibagi empat, yaitu kelas Pemasaran, SDM/Personalia, Keuangan, dan Operasional.

Pada semester awal, baik ganjil maupun genap tentu saja mahasiswa sudah diperkenalkan dengan mata kuliah Manajemen Pemasaran, Manajemen SDM/Personalia, Manajemen Operasional/Produksi, dan Manajemen Keuangan. Keempat bidang ini diberikan kepada mahasiswa hanya dasarnya. Hal ini supaya mahasiswa paham alias mengerti, sedangkan lanjutan tidak perlu. Adapun Strategi Manajemen harus dipelajari oleh semua mahasiswa manajemen, konsentrasi manajemen apapun yang dia ambil.

Dengan demikian, mahasiswa akan fokus dan terjuruskan pada salah satu bidang manajemen pada semester selanjutnya supaya memiliki keahlian khusus. Jangan sampai dari awal hingga akhir masa studi mahasiswa dijejali dengan mata kuliah manajemen yang masih umum. Itu tidak akan menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian khusus.

Hal yang saya paparkan tadi mungkin belum bisa terrealisasikan karena terkendala dengan sumber daya. Mulai dari tenaga dosen, ruang kuliah ataupun yang lainnya. Tetapi jika memang UPI dari awal serius membuka Prodi Manajemen, harus dipersiapkan segala-galanya. Bukankah keberadaannya demi memenuhi kebutuhan lapangan?

6 komentar:

  1. Komentar Yang bagus tetapi terkesan menyudutkan, saya sebagai alumni mahasiswa manajemen, merasa banyak sekali Ilmu yang di dapat,dan sangat membantu dalam pekerjaan saya saat ini, mengenai penjurusan itu menurut saya bukan suatu hal yang begitu penting, karena ilmu pengetahuan itu tidak hanya didapat dari perkuliahan dan tidak cenderung membatasi tetapi perlu pengembangan dengan dasar2 ilmu pengetahuan dan teori yg kuat, di Manajemen memang tidak ada matakuliah khusus seperti tidak terdapat mata kuliah Perilaku Konsumen, Riset Pemasaran, Adevertising/Periklanan, Komunikasi Bisnis/Pemasaran. Tetap di dalam Matakuliah manajemen pemasaran dan pemasaran lanjutan hal itu dipelajari secara luas, Saya sebagai Alumni manajemen Upi merasa bangga,

    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa disebutkan nama lengkap dan angkatan berapanya?

      Hapus
    2. bener kang. ceuk sayah ma, emang perlu dan sangaaat pentings tuh penjurusan . biar ga ngambang , jadi jelas arah nya.

      masukan bagus , nanti di infokan ke team prodi yang bersangkutan . kalo g salah emang ada rencana kesana , manajemen UPI progresive ! aye

      Hapus
  2. kalau rudini suka kuliah ? sepertinya sudah sangat faham dengan kurikulum yang ada, tapi yang saya tau kok anda mengemis-ngemis nilai ke dosen tidak mau ikut kuliah tapi pengen nilai langsung atuh kasian sama yang kuliah bener-bener ga kaya lu kelaut aja deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau mahasiswa meminta nilai ke dosen itu wajar meski dalam keadaan apapun, yg gak wajar itu dosen mengambil ide mahasiswa dan melakukan plagiat. lagian saya konteksnya bukan mengemis, tapi meminta hak saya selama menjadi mahasiswa UPI.

      Hapus
  3. Terimakasih Infonya
    artikel yang bagus,
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii :)

    BalasHapus